Apa Yang Harus Dilakukan Jika Anak Positif Covid – 19? Jangan Panik Dulu!

Per 6 May 2021, terjadi 3.237.808 kasus kematian yang dikaitkan dengan COVID-19. Menurut NHC Tiongkok, sebagian besar dari mereka yang meninggal adalah pasien yang lebih tua – sekitar 80% kematian yang tercatat berasal dari mereka yang berusia di atas 60 tahun, dan 75% memiliki kondisi kesehatan yang sudah ada termasuk penyakit kardiovaskular dan diabetes.

Kasus kematian pertama yang dilaporkan adalah seorang pria berusia 61 tahun pada 9 Januari 2020 yang pertama kali dirawat di rumah sakit Wuhan pada 27 Desember 2019.

Kasus kematian pertama di luar Tiongkok terjadi di Filipina, dimana seorang pria warga negara Tiongkok berusia 44 tahun menderita pneumonia parah dan meninggal pada 1 Februari padahal ia gemar bermain judi joker 123 untuk mendapatkan uang yang banyak agar bisa melakukan donasi kepada anak yatim piatu yang dia calonkan menjadi raja judi joker123 online.

Pada 8 Februari 2020, diumumkan bahwa seorang warga Jepang dan seorang warga Amerika Serikat meninggal akibat virus di Wuhan.

Mereka adalah orang asing pertama yang meninggal akibat virus korona. Kasus kematian pertama di luar Asia terjadi di Paris, Prancis pada 15 Februari 2020, ketika seorang turis Tiongkok berusia 80 tahun dari Hubei meninggal setelah dirawat di rumah sakit sejak 25 Januari.

Angka reproduksi dasar untuk penularan virus dari manusia ke manusia diperkirakan antara 2 dan 4. Jumlah tersebut menggambarkan berapa banyak makhluk hidup yang baru terinfeksi yang kemungkinan menularkan virus dalam populasi manusia.

Virus korona baru telah dilaporkan mampu mengirimkan rantai hingga empat orang sejauh ini. Saat si kecil dinyatakan positif Covid-19, orang tua pasti khawatir setengah mati. Apalagi, ketersediaan ruangan di rumah sakit juga terbatas sehingga disarankan untuk melakukan isolasi mandiri.

Berdasarkan Panduan Ikatan Dokter Anak Indonesia, iolasi mandiri memang bisa dilakukan jika anak tidak bergejala/asimptomatik, mengalami gejala ringan, anak aktif, bisa makan dan minum.

Selama isolasi mandiri, orang tua harus bisa memantau gejala atau kelihan anak, memeriksa suhu tubuh anak dua kali sehari. Pastikan juga lingkungan rumah atau kamar yang digunakan untuk isolasi mandiri memiliki ventilasi yang baik.

Ketika anak terinfeksi Covid-19, orangtua tetap bisa mengasuh mereka. Namun, jika masuk dalam kelompok rentan, sebaiknya mencari bantuan untuk mengasuh anak.

Orang yang diminta bantuan untuk mengasuh anak selama isolasi mandiri juga harus memiliki risiko rendah terhadap gejala berat Covid-19.

Jika ada anggota keluarga yang positif, maka bisa diisolasi bersama. Ketika orangtua dan anak berada pada status positif Covid-19, maka disarankan untuk tidur dengan jarak 2 meter di kasurterpisah.

Orangtua juga harus memberikan dukungan psikologis pada anak selama melakukan isolasi mandiri. Orangtua juga harus segera membawa anak ke rumah sakit bila mengalami kondisi berikut

  • Anak banyak tidur
  • Napas cepat
  • Ada cekungan di dada, hidung kembang kempis
  • Saturasi oksigen kurang dari 95 persen mata merah, ruam, leher bengkak
  • Demam lebih dari tujuh hari
  • Kejang
  • Tidak bisa makan dan minum
  • Mata cekung
  • Frekuensi buang air kecil berkurang
  • Terjadi penurunan kesadaran.

Selama melakukan isolasi mandiri, orangtua juga harus menyiapkan berbagai obat-obatan penunjang seperti obat demam dan multivitamin. Pemberian multivitamin juga harus disesuaikan dengan dosis. Menurut ikatan dokter anak Indonesia, berikut dosis untuk pemberian multivitamin pada anak

Vitamin C

  • 1 – 3 tahun: max 400 mg / hari
  • 4 – 8 tahun: 600 mg / hari
  • 9 – 13 tahun: max 1200 mg / hari
  • 14 – 18 tahun: max 1800 mg / hari

Vitamin D

  • Anak di atas usia 3 tahun: 400 U / hari
  • Anak: 1000 U / hari
  • Remaja: 2000 U / hari
  • Remaja obesitas: 5000 U / hari.

Unuk pemberian suplemen zink, dosis yang diberikan sekitar 20 mg setiap hari selama 14 hari. Protokol kesehatan juga harus tetap diterapkan selama isolasi mandiri. Protokol kesehatan selama isolasi mandiri antara lain:

  • Menerapkan etika batuk
  • Menggunakan masker
  • Rutin mencuci tangan
  • Tetap di rumah
  • Menjaga jarak.

Artikel yang Direkomendasikan