Penyebab Pendarahan di Luar Haid, Wanita Harus Tahu!

Ada berbagai kondisi yang bisa membuat seseorang mengalami pendarahan di luar siklus haid. Beberapa penyebabnya mungkin mudah diobati, namun yang lain bisa menunjukkan kondisi mendasar yang serius.

Jika kalian melihat bercak atau pendarahan yang lebih berat di antara siklus haid, sangat penting untuk kalian menemui dokter.

Dokter bisa membantu mencari tahu penyebab pendarahan vagina di luar waktu normal siklus haid atau yang biasa disebut dengan metriragi secara pasti dan menentukan apa pengobatan yang tepat untuk kalian.

Siklus haid rata-rata berlangsung 21 hingga 35 hari. Menstruasi dapat terjadi selama beberapa hari hingga seminggu. Setiap pendarahan di luar ini dianggap tidak normal dan dapat disebabkan oleh beberapa faktor.

Lalu, apa saja sih penyebab pendarahan di luar siklus haid yang bisa terjadi? Yuk simak di bawah ini.

1.Ketidakseimbangan Hormon

Ketidakseimbangan Hormon

Estrogen dan progesteron adalah dua hormon yang mengatur siklus haid wanita. Wanita mungkin akan mendapati flek-flek darah keluar ketika hormon ini dalam kondisi tidak seimbang. Beberapa hal berikut dapat memengaruhi keseimbangan hormon wanita:

  • Disfungsi ovarium
  • Gangguan kelenjar tiroid
  • Memulai atau menghentikan pil KB

Selain itu, beberapa wanita mungkin akan melihat bercak selama ovulasi sebagai akibat dari perubahan hormonal. Saat memulai segala jenis kontrasepsi hormonal, perdarahan abnormal dilaporkan biasa terjadi selama tiga bulan pertama. Alat kontrasepsi tersebut antara lain:

  • Pil KB
  • Alat intrauterin
  • Koyo KB
  • Kontrasepsi implan atau injeksi

2.Komplikasi Kehamilan

.Komplikasi Kehamilan

Komplikasi selama kehamilan dapat menyebabkan bercak darah keluar dari vagina. Keguguran dan kehamilan ektopik dapat menyebabkan perdarahan. Kehamilan ektopik terjadi ketika sel telur yang dibuahi menanamkan dirinya di tuba falopi, bukan di rahim

Bercak selama kehamilan mungkin tidak berarti seorang wanita mengalami keguguran. Namun, jika Anda sedang hamil dan mengalami pendarahan vagina, Anda harus segera menghubungi dokter.

3.Fibroid rahim

Fibroid rahim

Fibroid rahim adalah pertumbuhan non-kanker yang terbentuk di dalam rahim. Masalah kesehatan ini tidak umum terjadi pada wanita yang telah melahirkan.

4.Infeksi

Infeksi

Pendarahan di antara dua siklus haid dapat pula mengindikasikan adanya infeksi pada organ reproduksi wanita. Infeksi dapat menyebabkan peradangan dan pendarahan. Penyebabnya antara lain:

  • Infeksi menular seksual atau penyakit menular seksual
  • Douching vagina (akibat membersihkan vagina dengan cairan campuran berbagai bahan kimia)
  • Penyakit radang panggul (pelvic inflammatory disease) yang ditandai dengan peradangan pada organ reproduksi yang mengarah ke jaringan parut

5.Kanker

Kanker
Business concept. Medical 3d concept

Meski jarang terjadi, kanker termasuk kondisi yang bisa menjadi penyebab pendarahan di luar siklus haid. Kanker yang terjadi di salah satu organ ini dapat menyebabkan pendarahan: Serviks Vagina Rahim Ovarium

6.Cedera

Cedera

Jika kulit atau jaringan vagina rusak, bisa berdarah. Cara paling umum untuk ini terjadi adalah selama seks penetrasi. Jauh lebih mungkin jika vagina kering.

Tubuh wanita memproduksi pelumas alami yang mempersiapkan vagina untuk penetrasi seks. Kekeringan vagina dapat disebabkan oleh banyak faktor termasuk kurangnya gairah, perubahan kadar hormon karena menopause, diabetes, atau pengobatan kanker.

7.Menopause Atau Perimenopause

Menopause Atau Perimenopause

Menopause biasanya terjadi di antara usia 45 dan 55. Hal ini ditandai sebagai waktu di mana seorang wanita tidak mengalami menstruasi selama 1 tahun. Perimenopause adalah periode menjelang menopause. Ini bisa bertahan hingga 10 tahun karena kadar hormon dalam tubuh berubah.

Tingkat hormon sering kali tidak stabil selama perimenopause. Ini dapat menyebabkan menstruasi yang tidak teratur, bercak, dan pendarahan hebat.

8.Polip Di Leher Rahim Atau Vagina

Polip Di Leher Rahim Atau Vagina

Polip adalah sebuah jaringan abnormal dan memiliki tangkai yang tumbuh di dalam tubuh. Polip ini dapat berkembang di dalam rahim atau di leher rahim, yang merupakan struktur antara vagina dan rahim. Dalam beberapa kasus, polip dapat menyebabkan pendarahan dan mungkin perlu diangkat.

9.Sindrom Ovarium Polikistik

Sindrom Ovarium Polikistik

Polycystic ovary syndrome (PCOS) atau sindrom ovarium polikistik adalah suatu kondisi yang dapat menyebabkan menstruasi tidak teratur, serta beberapa perdarahan di antara periode. Gejala lain termasuk masalah kesuburan, penambahan berat badan, dan kulit berminyak atau jerawat.

10.Endometriosis Atau Adenomiosis

Endometriosis Atau Adenomiosis

Kondisi kronis yang memengaruhi rahim, seperti endometriosis atau adenomiosis, dapat menyebabkan perdarahan atau bercak di antara periode menstruasi. Kondisi ini juga dapat menyebabkan periode menstruasi yang berat atau menyakitkan dan kram di antara periode.

Nah, itulah beberapa kondisi yang memungkinkan kalian saat mengalami pendarahan. Semoga tetap sehat ya!

Artikel yang Direkomendasikan