Pemerintah Memperlakukan PPKM Darurat Untuk Pulau Jawa dan Bali

Kasus Covid-19 di Indonesia membuat pemerintah terpaksa memberlakukan PPKM Darurat untuk mengurangi kenaikan kasus positif Covid-19 di Tanah Air.

Diharapkan PPKM Darurat yang dimulai pada 3-20 Juli 2021 ini bisa mengurangi target penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 kurang dari 10.000 kasus per harinya.

Selain itu kerja sama dari para masyarakat pun sangat diperlukan demi menyukseskan program pemerintah ini. Salah satunya adalah tertib mengikuti implementasi PPKM Darurat dan mau menjalankan protokol kesehatan yang berlaku dengan disiplin.

Berdasarkan panduan resmi ‘Implementasi Pengetatan Aktivitas Masyarakat pada PPKM Darurat Jawa Bali’, yang dirilis pada Kamis (1/7/2021), protokol kesehatan VDJ (Ventilasi, Durasi, Jarak) juga diperlukan untuk meminimalisir risiko penularan dalam beraktivitas.

Berikut aturan lengkap mengenai protokol kesehatan VDJ yang wajib diperhatikan.

Jarak

Beraktivitas dari rumah saja dan berinteraksi hanya dengan orang-orang yang tinggal serumah adalah pilihan paling aman.

Jika harus meninggalkan rumah, maka harus selalu mengupayakan jarak minimal dua meter dalam berinteraksi dengan orang lain.

Mengurangi kontak dengan orang lain yang tidak tinggal serumah adalah pilihan yang lebih baik.Berbagai petunjuk visual di tempat umum dapat membantu untuk menjaga jarak.

Durasi

Jika harus berinteraksi dengan orang lain atau menghadiri suatu kegiatan, maka durasi yang lebih singkat adalah lebih baik untuk mengurangi risiko penularan.

Dalam perkantoran dan situasi berkegiatan lainnya, penjadwalan dan rotasi dapat membantu untuk mengurangi durasi interaksi.

Ventilasi

Berkegiatan di luar ruangan memiliki risiko penularan yang jauh lebih rendah dibandingkan di dalam ruangan.

Ruangan harus selalu diupayakan untuk memiliki ventilasi udara yang baik. Membuka pintu dan jendela dapat dilakukan untuk mengurangi risiko penularan.

Dalam kondisi pintu atau jendela tidak dapat terbuka, maka air purifier dengan HEPA filter dapat digunakan di dalam ruangan.

Sebelumnya Presiden Indonesia yaitu Joko Widodo telah mengumumkan penerapan PPKM Darurat yang mulai diberlakukan pada 3-20 Juli 2021.

Ditargetkan PPKM Darurat ini bisa menurunkan target penambahan kasus konfirmasi kurang dari 10.000 kasus per harinya.

PPKM Darurat ini mencakup 48 Kabupaten atau Kota dengan asesmen situasi level 4. Sementara 74 kabupaten dan kota dengan asesmen situasi pandemi level 3 mencakup pulau Jawa dan Bali.

Tentunya banyak aktivitas yang diperketat untuk mengurangi aktivitas maupun mobilitas masyarakat keluar rumah.

Pemerintah pun membatasi jumlah kapasitas moda transportasi dalam upaya memperkecil potensi penularan.

Berdasarkan panduan resmi ‘Implementasi Pengetatan Aktivitas Masyarakat pada PPKM Darurat Jawa Bali’, muncul aturan baru di sektor transportasi, yang meliputi:

Kendaraan umum, angkutan massal, taksi (konvensional dan online) serta kendaraan sewa maupun rental, diberlakukan dengan pengaturan kapasitas maksimum 70 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Selain itu bagi pelaku perjalanan domestik yang menggunakan moda transportasi jarak jauh seperti pesawat, bus, dan kereta api, harus menunjukkan kartu vaksin minimal vaksin dosis pertama.

Selain itu pelaku perjalanan juga harus memperlihatkan hasil PCR (H-2) untuk pesawat, serta antigen H-1 untuk moda transportasi jarak jauh lainnya.

Selain itu masyarakat tetap diimbau untuk menggunakan masker saat melaksanakan kegiatan di luar rumah. Selain itu juga, tidak diizinkan penggunaan face shield tanpa menggunakan masker.

“Saya minta masyarakat berdisiplin mematuhi pengaturan ini demi keselamatan kita semuanya. Pemerintah akan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk mengatasi penyebaran COVID-19,” ungkap Jokowi.

Artikel yang Direkomendasikan